i'm simple and very happy

Senin, 31 Maret 2014

Timur Leng Bukan Pahlawan Islam; 11 Fakta Kesadisanya

Timur Leng adalah cucu sang penakluk Jengis Khan. Timur Leng adalah penakluk terakhir dan terhebat yang pernah dikenal di dunia. Pada akhir dasawarsa abad ke-14, dia menyapu Asia di hadapan pasukan yang ganas, menghancurkan kota, dan membantai musuh. Membuatnya amat ditakuti di seluruh Asia, afrika, dan Eropa.

Meski seorangh muslim, dia tidak melihat kontradiksi antara pertumpahan darah dan Islam. Perubahan sikap dari pembantaian di medan perang pada suatu hari dan renungan tenang di masjid atau kuil di hari berikutnya. Hal ini tidak menimbulkan pertentangan moral dalam dirinya.





1. Sekian hari setelah menyerah Delhi sedemikian dahsyat sehingga kota ini membutuhkan waktu satu abad untuk pulih, dia berkuda dengan tenang ke masjid Indah di sungai jumna untuk memanjatkan rasa syukur atas kemenanganya.

2.    Di Baghdad, saat tentaranya menyelesaikan 120 menara tengkorak, saat sungai Tigris merah karena darah dan udara tercium tengik akibat mayat yang membusuk, Timur mengunjungi makam imam Abu Hanifah, salah satu imam madzhab yang mulia untuk berdoa memanjatkan rasa syukur atas kemenanganya.

3.  Saat menaklukan Sultan Bayazid penguasa Turky Ustmani, pasukanya membasmi tentara bayazid dengan pasukan pemanah hingga tubuh mereka seperti landak. Pasukan Timur menyapu tentara Ustmani mdengan sesuka hati, memenuhi kolan dan rawa dengan darah dan tubuh mereka, dan Sultan Bayazid ditangkap, diikat, serta dikurung seperti burung dalam sangkar.

4.  Pada invasinya ke wilayah Khawarizmi di bawah kekuasaan Husain Sufi terjadi peperangan yang dahsyat. Setelah hancur lebur kotanya, semua lelaki di daerah tersebut disembelih, istri dan anak perempuan dijebloskan ke perbudakan. Kota dijarah dan dibakar habis.   

5.    Pemeluk islam tidak menghalangi mereka dari keganansan Timur Leng, Dia menerjang bersama pasukanya melintasi daerah yang sekarang menjadi Turki, Iran, Irak, Suriah, Azerbaijan, Uzbekistan, Afganistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgistan, Kazakastan, Pakistan, dan India. Pasukanya menebar kematian pada para pembaca Alquran.

6.    Pada tahun 1383 di kota Isfizar dua ribu orang ditumpuk dan disemen hidup-hidup ke dinding tanah liat dan batu bata.

7.    Di kota Isfahan, kota suci Persia, 70.000 orang di bantai pada tahun 1387. Dinasti Abbasyiah juga hancur lebur di tangan dingin Timur leng. Di kota Baghdad, pada tahun 1401 membantai 90.000 manusia, kepala mereka disemen ke dalam 120 menara



8.  Tak hanya orang islam saja yang menjadi korban keganasan Timur Leng, penganut Kristen, Yahudi, dan Hindu merasakan nasib yang tragis juga. Pada tahun 1398, tidak lamam sebelum terjun dalam medan perang melawan sultan muslim di Delhi, dia memerintahkan untuk membunuh 100.000 tahanan yang sebagian besar beragama hindu. Dua tahun kemudian, dia memerintahkan penguburan hidup-hidup 4.000 orang Armenia di Sivas.

9.    Kejatuhan Mazandaran pada tahun 1382 diikuti tindakan brutal pasukan Tumur Leng. Amir Wali, sultan dari Mazandaran ditangkap hidup-hidup dan kepalanya dipenggal lantas dibawa ke singgasana Timur sebagai bentuk penghoramatan kepada moyangnya; Jengis Khan.


10. Setahun kemudian, Isfizar (kota di sebelah selatan Heart) membayar pemberontakanya dengan kengerian. Sebanyak 2.000 penduduknya dijadikan tahanan. Bukanya menghukum mati langsung, Timur memilih menjadikan mereka sebagai contoh bagi kaum pemberontak. Menara dibangun, tahanan dimasukkan hidup-hidup lalu ditumpuk dan disemen dengan batu bata, sehingga penduduk malang tersebut menjadi monumen untuk bangsa lain yang ingin memberontak.


11.  Zaranj, salah satu kota di Afganista merupakan kota yang subur yang dikenal sebagai taman Asia. Timur Leng menghancurleburkan tanpa ampun, mengirim pasukan pencabut nyawanya kemudian meratakan kota, tidak meninggalakan sebatang pohon atau dinding satu pun sampai tidak ada jejak yang tersisa. Penggilingan, lahan pertanian, irigasi dihancurkan. Tak lama kemudian, daerah yang dulunya hijau subur ini menjadi padang pasir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar