i'm simple and very happy
Rabu, 31 Desember 2014
Lintas Camera #9
Sedikit narsis hasil jeprat-jepret saya. Murni hasil jepretan kamera HP (Lenovo A369i,Samsung GT-I9070, Asus Zenfone 6) dan Lenovo IdeaTab S6000. Diedit dengan aplikasi Android PicsArt, Instagram, Photo Editor, dan Google Photo. Enjoy....
Sabtu, 27 Desember 2014
Biarkan Anak-Anak Berhujan Ria!
Hujan...Semua anak kecil girang dan menyukai hujan. Hujan adalah karunia permainan tiada tara bagi anak-anak, berkecipak, mengguyur, bermain gelombang, berlarian di tengah derasnya air, berguling-guling, semuanya menyenangkan. Itulah hujan dari perspektif anak-anak.
Namun apakah orang dewasa khususnya orang tua memandang hal yang sama soal hujan? Hmm nampaknya tidak, termasuk saya hehehe...Saat anak kita meminta ijin bermain hujan bisa dipastikan reaksi orang dewasa akan melarangnya. Ya, tentu saja dengan alasan kalau main hujan bisa terserang penyakit, misalnya flu atau gatal-gatal. Bagaimana tidak, dengan lingkungan yang sekarang sudah banyak tercemar polusi tentunya air hujan jugan ikut tecemar. Bisa dari polusi udara ataupun pencemaran tanah. Air hujan dalam pandangan orang dewasa yang melek pengetahuan (tsaaah...) mengandung penyakit dan berbahaya.
Tapi bagaimana bermain hujan dalam ajaran Islam? Whatt? Ya benar, ternyata Islam mempunyai tuntunan dalam bermain hujan. Ck..ck..ck..sungguh luar biasa risalah ini. Tidak hanya syariat saja, bahkan skala kecil kehidupan pun ada tuntunanya. Subhanallah...
Oke, kembali ke laptop. Ternyata kita disunahkan untuk berbasah-basahan ketika hujan turun, serta mengeluarkan pakaian, perkakas, dan kendaraan agar terkena hujan. Demikian ujar Dr. Nashir ibn Abdurrahman Al Juda'i dalam At Tabarruk Anwa'uhu wa Ahkamuh. Ah apa iya memang seperti itu tuntunanya? Ternyata benar sodara-sodara. Suatu ketika Anas bin Malik r.a menyaksikan Rasulallah s.a.w menyingkap pakaianya ketika hujan turun. Lantas Anas bertanya: "Wahai Rasulullah kenapa engkau lakukan ini?" Beliau menjawab: " Sebab hujan itu diturunkan dari sisi Rabbnya".
Nah luar biasa bukan, namun kita harus bijak juga mengaplikasikan tuntunan main hujan ini. Bukan berarti setiap kali hujan turun kita mengeluarkan perabot rumah tangga untuk dimandikan air hujan, bayangkan jika TV LCD 24" anda diguyur hujan hahaha. Untuk anak-anak juga kita harus memperhatikan bagaimana kondisi hujan saat itu. Kalau memang hujan lebat disertai angin dan petir tentunya kita harus menjaga diri bukan malah menyuruh anak keluyuran di luar main hujan.
Oke sebagai penutup, dari abdullah bin abbas r.a menganjurkan supaya kita banyak berdoa saat hujan turun, karena pintu langit dibuka tatkala itu. Demikian juga apa yang dinasihatkan Nabi Muhammad s.a.w memerintahkan kita berdoa tatkala hujan turun: "Allaahumma Sayyiban Naafi'an". Ya allah jadikanlah hujan ini penuh kemanfaatan (HR. Bukhari).
Selamat menyambut bulan hujan, semoga kita dan keluarga dilindungi dari bencana hujan karena kelalaian manusia.Dan semoga saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa bencana diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Amin...
Namun apakah orang dewasa khususnya orang tua memandang hal yang sama soal hujan? Hmm nampaknya tidak, termasuk saya hehehe...Saat anak kita meminta ijin bermain hujan bisa dipastikan reaksi orang dewasa akan melarangnya. Ya, tentu saja dengan alasan kalau main hujan bisa terserang penyakit, misalnya flu atau gatal-gatal. Bagaimana tidak, dengan lingkungan yang sekarang sudah banyak tercemar polusi tentunya air hujan jugan ikut tecemar. Bisa dari polusi udara ataupun pencemaran tanah. Air hujan dalam pandangan orang dewasa yang melek pengetahuan (tsaaah...) mengandung penyakit dan berbahaya.
Tapi bagaimana bermain hujan dalam ajaran Islam? Whatt? Ya benar, ternyata Islam mempunyai tuntunan dalam bermain hujan. Ck..ck..ck..sungguh luar biasa risalah ini. Tidak hanya syariat saja, bahkan skala kecil kehidupan pun ada tuntunanya. Subhanallah...
Oke, kembali ke laptop. Ternyata kita disunahkan untuk berbasah-basahan ketika hujan turun, serta mengeluarkan pakaian, perkakas, dan kendaraan agar terkena hujan. Demikian ujar Dr. Nashir ibn Abdurrahman Al Juda'i dalam At Tabarruk Anwa'uhu wa Ahkamuh. Ah apa iya memang seperti itu tuntunanya? Ternyata benar sodara-sodara. Suatu ketika Anas bin Malik r.a menyaksikan Rasulallah s.a.w menyingkap pakaianya ketika hujan turun. Lantas Anas bertanya: "Wahai Rasulullah kenapa engkau lakukan ini?" Beliau menjawab: " Sebab hujan itu diturunkan dari sisi Rabbnya".
Nah luar biasa bukan, namun kita harus bijak juga mengaplikasikan tuntunan main hujan ini. Bukan berarti setiap kali hujan turun kita mengeluarkan perabot rumah tangga untuk dimandikan air hujan, bayangkan jika TV LCD 24" anda diguyur hujan hahaha. Untuk anak-anak juga kita harus memperhatikan bagaimana kondisi hujan saat itu. Kalau memang hujan lebat disertai angin dan petir tentunya kita harus menjaga diri bukan malah menyuruh anak keluyuran di luar main hujan.
Oke sebagai penutup, dari abdullah bin abbas r.a menganjurkan supaya kita banyak berdoa saat hujan turun, karena pintu langit dibuka tatkala itu. Demikian juga apa yang dinasihatkan Nabi Muhammad s.a.w memerintahkan kita berdoa tatkala hujan turun: "Allaahumma Sayyiban Naafi'an". Ya allah jadikanlah hujan ini penuh kemanfaatan (HR. Bukhari).
Selamat menyambut bulan hujan, semoga kita dan keluarga dilindungi dari bencana hujan karena kelalaian manusia.Dan semoga saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa bencana diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Amin...
Jumat, 26 Desember 2014
Amal Segaram
Namanya Uwais Al-Qarni yang kata Muhammad Sang Rasul "mempunyai mata kebiruan, mudah bergaul, bahunya lebar, perawakanya sedang, kulitnya sawo matang, memelihara jenggot hingga ke dada, selalu mengarahkan pandangan ke arah sujudnya, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, banyak membaca Al Quran, menangisi diri sendiri, memakai dua kain lusuh dan tidk peduli dengan kainya itu, berselimut dengan kain dari wol, tidak dikenal di antara penduduk bumi, tapi terkenal di antara penduduk langit, yang sekiranya bersumpah atas nama Allah tentu Allah akan mengabulkan apa yang dia ucapkan dalam sumpahnya".
Singkat cerita, Umar dan Ali r.a begitu terkesima mendengar petunjuk Rasul mulia tersebut dan segeralah mereka mencari Uwais hingga selama 10 tahun sampai akhirnya menemukanya hanya untuk minta didoakan oleh Uwais. Sungguh menakjubkan....
Allah menyembunyikan kekasih-Nya di antara manusia, sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan yang istimewa.Semua malam di bulan Ramamadhan memang istimewa, tapi yang paling dahsyat hadirnya rahasia. Hanya dikenali dari tanda-tanda yang tak seorang pun mudah memastikanya.
Begitu juga manusia, saat dia hanya berorientasi ketuhanan dalam setiap amal ibadahnya, maka Allah lah yang dengan sendirinya akan mengangkat derajat kemuliaanya berlipat-lipat. Tidak peduli apakah itu menteri, camat, lurah, guru TK, tukang sapu jalan, atau sekedar tukang becak.
Selayaknya garam
Apapun masakanya pasti akan membutuhkan campuran dari zat ini. Garam itu kecil, lembut, tidak berwarna, bening, namun peranya amatlah sangat krusial. Garam tidak minta dilebih-lebihkan, justru kalau dia berlebihan dan menonjol maka rusaklah tatanan dan komposisi masakan.
Kebaikan sekecil dan sebesar apapun tidak perlu ditonjolkan, karena bisa jadi bukan itu ukuran yang bikin Tuhan senang dan Ridho. Maka biarkanlah amalan dan perilaku kita bertabur dan mengalir seperti layaknya garam, tersembunyi tapi sangat berarti
Singkat cerita, Umar dan Ali r.a begitu terkesima mendengar petunjuk Rasul mulia tersebut dan segeralah mereka mencari Uwais hingga selama 10 tahun sampai akhirnya menemukanya hanya untuk minta didoakan oleh Uwais. Sungguh menakjubkan....
Allah menyembunyikan kekasih-Nya di antara manusia, sebagaimana Dia menyembunyikan Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan yang istimewa.Semua malam di bulan Ramamadhan memang istimewa, tapi yang paling dahsyat hadirnya rahasia. Hanya dikenali dari tanda-tanda yang tak seorang pun mudah memastikanya.
Begitu juga manusia, saat dia hanya berorientasi ketuhanan dalam setiap amal ibadahnya, maka Allah lah yang dengan sendirinya akan mengangkat derajat kemuliaanya berlipat-lipat. Tidak peduli apakah itu menteri, camat, lurah, guru TK, tukang sapu jalan, atau sekedar tukang becak.
Selayaknya garam
Apapun masakanya pasti akan membutuhkan campuran dari zat ini. Garam itu kecil, lembut, tidak berwarna, bening, namun peranya amatlah sangat krusial. Garam tidak minta dilebih-lebihkan, justru kalau dia berlebihan dan menonjol maka rusaklah tatanan dan komposisi masakan.
Kebaikan sekecil dan sebesar apapun tidak perlu ditonjolkan, karena bisa jadi bukan itu ukuran yang bikin Tuhan senang dan Ridho. Maka biarkanlah amalan dan perilaku kita bertabur dan mengalir seperti layaknya garam, tersembunyi tapi sangat berarti
Lintas Camera #8
Sedikit narsis hasil jeprat-jepret saya. Murni hasil jepretan kamera HP (Lenovo A369i,Samsung GT-I9070, Asus Zenfone 6) dan Lenovo IdeaTab S6000. Diedit dengan aplikasi Android PicsArt, Instagram, Photo Editor, dan Google Photo. Enjoy....
Lokasi:
Mahakam River, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
